Jumat, 06 Januari 2012

Maria, Gembala, dan Orang Majus

Refleksi dan Pesan Natal - 25 Des 2011


Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. - Galatia 2:20 -

Kelahiran Yesus dua ribu tahun yang lalu melibatkan beberapa peran yang melalui mereka kita dapat belajar tentang apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita sebagai umatNya. Mengetahui dan melakukan kehendakNya merupakan bukti nyata bahwa kita mengasihi Dia yang akan menyebabkan kita hidup dalam perkenananNya.

1. Maria - "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu". - Lukas 1:38

Maria adalah seorang perawan muda yang dipilih Tuhan sebagai "wadah' untuk lahirnya Yesus - Allah yang menjadi manusia - ke duina. Ketika malaikat Gabriel menghubunginya, Maria sudah bertunangan dengan Yusuf tetapi mereka belum hidup sebagai suami isteri. Merupakan hal yang berat bagi Maria - khususnya pada masa itu -ketika ia hamil sementara mereka belum berhubungan sebagai suami isteri. Resikonya sangat besar. Ia bisa dirajam dengan batu karena dianggap berzinah, atau setidaknya Yusuf sebagai tunangannya akan menceraikannya, tidak jadi menikahinya. Alkitab berkata bahwa "Yusuf suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam" (Lukas 1:19).

Tapi Maria memiliki sikap hati yang sangat baik. Walaupun akar kata nama Maria memiliki arti rebbelion (pemberontakan), bahkan dalam bahasa Inggris, Perancis, Italia, nama ini berarti kepahitan, sikap hatinya yang berkata "aku ini hamba Tuhan" membuat arti negatif nama tersebut dipatahkan. Ia tidak membiarkan "gelar" yang diberikan dari orang lain membentuk masa depannya, tetapi ia berkata "jadilah kehendak Tuhan dalam hidupku. Itu yang terbaik"

Tokoh Maria dalam kelahiran Yesus ke dunia mengajarkan kepada kita pentingnya memiliki hati hamba untuk melayani Tuhan. Sikap seperti itu akan mengubah kita menjadi bejana yang berserah, mudah dibentuk oleh tanganNya dan akhirnya menjadi alat yang berguna bagiNya. Mungkin kita sudah mengalami kepahitan, kesulitan dan banyak hal lainnya yang membuat hati kita menjadi keras, berontak dan tidak mau dibentuk. Tetapi jika kita berkata seperti Maria "aku ini hamba Tuhan, jadilah seperti yang Tuhan mau dalam hidupku", maka tanganNya akan membentuk kita menjadi bejana yang berharga di mataNya. Memasuki tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan - the year of God's favor - biarlah hidup kita senantiasa dipersembahkan seperti lagu yang biasa kita nyanyikan.... Inilah yang kupunya, hati s'bagai hamba, yang mau taat dan setia padaMu Bapa. Ke manapun ku bawa, hati yang menyembah dalam roh dan kebenaran sampai s'lamanya....

2. Gembala di Padang - "Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka ..... Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.... Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu sedang berbaring di dalam palungan." - Lukas 2:8-16

Kehormatan besar diberikan kepada para gembala sehingga secara khusus Tuhan mengutus malaikatNya untuk memberitahukan kabar baik itu pertama-tama kepada mereka; bahkan sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah diperlihatkan kepada mereka. Mengapa para gembala yang mendapat kesempatan istimewa ini? Tuhan ingin menunjukkan bahwa panggilanNya ketika datang ke dalam dunia tidak hanya sebagai Juruselamat manusia, tetapi juga sebagai Gembala Agung yang menggembalakan umatNya. Selama tiga setengah tahun di muka bumi Ia mengajar, melatih dan memberi teladan kepada murid-muridNya bagaimana menjadi gembala yang baik dan kemudian mendelegasikan tugas penggembalaan tersebut kepada murid-muridNya.

Keempat Injil - Matius, Markus, Lukas, Yohanes - selalu diakhiri dengan pesan tentang tugas penggembalaan yang di dalamnya juga termasuk amanat agung untuk menyampaikan kabar baik ke seluruh dunia. Secara khusus, kepada Simon Petrus Yesus bertanya, "Apakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-dombaKu!"

Tokoh para gembala mengajarkan kepada kita panggilan Tuhan bagi setiap orang percaya, yaitu menggembalakan umatNya. Hal ini tidak berarti harus menjadi seorang pendeta atau gembala sidang suatu gereja atau fulltimer, tetapi berarti menggembalakan orang-orang yang ada di bawah koordinasi kita, misalnya isteri dan anak-anak kita, anak buah kita di kantor dan usaha kita, atau rekan pelayanan yang ada di bawah kepemimpinan kita. Bentuk penggembalaan tersebut tidak selalu persis seperti yang ada di gereja - khususnya bagi orang-orang di luar gereja, tetapi lebih kepada memimpin dengan nilai-nilai Kristiani yang menolong dan memberkati banyak orang.

Memasuki tahun 2012 sebagai tahun perkenanan Tuhan, Ia ingin kita menunjukkan cinta kasih kita kepadaNya lewat penggembalaan yang kita lakukan dengan benar seperti yang Firman Tuhan katakan di 1 Petrus 5:2,3 "Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu."

3. Orang Majus - "Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yehuda pada zaman Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: 'Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.'.... Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur." - Matius 2:1,2,11

Orang Majus mewakili mereka yang bekerja di dunia sekuler yang kemudian mencari Tuhan dengan segenap hati untuk menyembah Dia dan mempersembahkan harta mereka untuk kemuliaanNya. Orang Majus di Alkitab juga mengacu pada orang berilmu, oriental scientist, ahli jampi, dan para Kasdim yang ada pada jaman Daniel. Kemungkinan besar pengaruh Daniel sebagai kepala semua orang bijaksana pada masa itu (Daniel 2:48) membuat keturunan mereka ratusan tahun kemudian mengetahui bahwa akan ada seorang Raja yang dilahirkan di muka bumi dan bahwa mereka harus mencariNya dan kemudian sujud menyembahNya dengan membawa harta benda mereka.

Tokoh orang-orang Majus mewakili kita semua yang bergerak di marketplace, baik yang bekerja sebagai karyawan, manajer, direktur, atau pengusaha, pemilik perusahaan, atau para profesional seperti dokter, psikolog dll, untuk datang menyembahNya dengan membawa harta benda kita yang terbaik. Orang-orang Majus tersebut perlu tekad yang kuat dan usaha ekstra untuk bisa menemukan Raja di atas segala raja dan kemudian mempersembahkan yang terbaik dari harta mereka. Kehadiran mereka di Yerusalem yang menimbulkan kegemparan di seluruh kota tersebut menunjukkan bahwa mereka bukan orang-orang sembarangan. Mereka tidak hanya bertiga seperti yang biasa kita lihat dalam ilustrasi sandiwara Natal setiap tahun. Mereka datang dengan rombongan besar sehingga raja Herodespun terkejut dan perlu memanggil mereka dan berbicara dengan mereka. Mereka dikenal sebagai orang-orang pintar, orang-orang bijaksana dan orang-orang berada. Kehadiran mereka membuat raja Herodes merasa "terusik" karena mereka datang bukan untuk mencari Herodes, tetapi mencari Raja di atas segala raja.

Tahun 2012 adalah tahun perkenanan Tuhan di mana Ia akan menyatakan kemuliaanNya, juga melalui anak-anakNya yang berada di marketplace. Tuhan akan memberkati dengan berlimpah, tapi perlu diingat bahwa semuanya berasal dari Tuhan dan dipakai untuk kemuliaan namaNya. Emas, kemenyan dan mur yang dipersembahkan merupakan perbekalan yang diperlukan bagi Yusuf dan Maria untuk memelihara dan membesarkan Yesus, khususnya ketika mereka berada dalam pelarian untuk menghindari usaha pembunuhan yang dilakukan oleh Herodes. Ketika Tuhan memberkati kita di dalam usaha dan pekerjaan kita, salah satu tujuannya adalah untuk pembiayaan pekerjaan pemberitaan Injil dan pengembangan kerajaanNya di atas muka bumi. Bagi orang Majus, perlu usaha ekstra untuk bisa bertemu dengan Yesus dan mempersembahkan harta mereka. Demikian juga bagi ktia yang bekerja, perlu usaha ekstra dan kesungguhan untuk bisa menjadi saluran berkatNya, membiayai pelayanan ke seluruh dunia. Mereka yang tahu dan mengerti prinsip ini akan dengan sukacita mempersembahkan harta mereka untuk kemuliaan namaNya.

Untuk memasuki tahun perkenanan Tuhan 2012 kita perlu memiliki hati hamba untuk menggembalakan umatNya dengan menggunakan harta benda yang Tuhan percayakan kepada kita.